TEMAN SEJATI
Matahari menyinari senyum diwajahku bagaikan kopi kental bergitu pahit hangatnya tanganmu kini... hanya sisa beberapa menit lagi
diluar ada kebebasan yang menantimu sedangkan didadaku ada lubang yang terluka sedang menantiku kita tlah berjanji akan menjaga diri sendiri
melambai-lambai tangan mengantar kepergianmu senyum yang terpajang dimukaku samakah seperti boneka bodoh
kini,kehilangan kekasih tercinta tapi tambahlah satu teman sejati cinta yang terlanjur aku berikan biarlah aku ambir kembali
takut akan kata yang ku katakan terlalu berat.... biarlah aku mundur satu langkah mungkin... diluar ada masa depan yang kamu cari
melambai-lambai tangan tidak lagi bergandengan aku ingin bilang aku iri sama boneka yang kau peluk itu
kini,aku kehilangan kekasih tercinta tapi,tambahlah satu teman sejati esok,surat cinta yang aku tulis siapakah yang kan menerimanya
kini terlanjur sudah aku bilang kan membiarkanmu pergi pergilah kau dengan tenang dibarakangmu akan ada aku teman sejatimu.... aku seperti perabuhan kapal senantiasa menanti kau singgah untuk berteduh...
kini kita sudah pisah mohon doa engkau bahagia...
Sekeping Hati
Sekeping hati itu sukar benar hendak aku selami sukar benar hendak ku tawan sukar benar hendak ku lawan ia dekat tapi terasa jauh ia mudah tapi terasa susah apalah pendinding yang ia pakai hingga sukar benar hendak ku menang?
Ingin sekali ku miliki hati itu sekeping hati yang ku anggap tulus ikhlas dan suci makin digapai makin menjauh makin dirapat semakin jarak
sekeping hati itu ingin sekali ku miliki buat peneman hatiku yang lara buat penawar diriku yang luka apalah daya aku insan biasa hendak dibeli mahal sekali hendak ditawar mulut terkunci aku sedar kekurangan diri tidak mampu berikan itu dan ini
wahai sekeping hati berilah ku peluang berilah aku sedikit ruang biar hanya sedetik biar hanya setitik ingin sekali ku milikimu ingin sekali ku bertakhta di hatimu walau hanya seketika menjadi ratu biar di pojok pintu agar resah diriku hilang tak sanggup untuk tidak pernah merasa untuk tidak pernah memilikimu walau hanya sekejap cuma
sekeping hati itu ingin sekali ku miliki

0 Comments:
Post a Comment
<< Home